Check-in kopdar tidak harus mengumpulkan banyak data. Formulir yang baik hanya meminta informasi yang benar-benar dibutuhkan untuk pelaksanaan acara dan menjelaskan bagaimana data digunakan.
Tentukan tujuan sebelum membuat kolom
Nama panggilan, konfirmasi kehadiran, dan kontak darurat dapat memiliki tujuan berbeda. Pisahkan data operasional dari izin publikasi. UU Nomor 27 Tahun 2022 tentang Pelindungan Data Pribadi memuat prinsip pengumpulan yang terbatas, spesifik, sah, dan transparan (diakses 15 September 2026). Artikel ini bukan nasihat hukum.
Gunakan data minimum
- Tulis tujuan setiap kolom sebelum formulir dibuka.
- Hindari meminta nomor identitas, alamat rumah, atau data finansial bila tidak diperlukan.
- Batasi akses daftar kepada petugas yang bertugas.
- Jangan menampilkan nomor telepon pada layar atau lembar terbuka.
- Tentukan masa simpan dan cara meminta koreksi atau penghapusan.
| Data | Tujuan | Kontrol |
|---|---|---|
| Nama panggilan | Konfirmasi peserta | Daftar petugas terbatas |
| Kontak | Perubahan acara | Tidak ditampilkan publik |
| Kendaraan | Pengaturan slot | Detail minimum |
| Izin foto | Dokumentasi | Pilihan terpisah dan dapat dicatat |
Pisahkan check-in dari publikasi
Kehadiran tidak otomatis berarti setuju tampil di media sosial. Gunakan penanda atau alur yang menghormati pilihan peserta. Tautkan peserta ke kebijakan privasi TuanKuda, panduan foto dan plat nomor, serta kanal koreksi resmi.
FAQ privasi check-in
Apakah daftar hadir boleh dibagikan ke grup?
Bagikan hanya informasi operasional yang diperlukan dan kepada pihak yang membutuhkan. Hindari foto lembar registrasi.
Apakah QR code selalu lebih aman?
Tidak otomatis. Keamanan bergantung pada formulir, akses, penyimpanan, tautan, dan perangkat yang digunakan.
Bagaimana dengan kontak darurat?
Jelaskan tujuan, batasi akses, dan gunakan hanya saat diperlukan. Jangan mencampurnya dengan daftar promosi.
